Rabu, 06 Mei 2009

Aku (masih) dipersimpangan jalan itu…..

Aku (masih) dipersimpangan jalan itu…..
Sedari dulu aku ada dipersimpangan jalan ini, susah untuku memutuskan harus kemana kulangkahkan kaki ini. Hujan, kabut, panas dan tentu saja sepi sudah kulalui disini. Banyak yang datang dan pergi tanpa satupun bisa meyakinkanku kemana arah yang harus kulalui. Apakah aku terlalu menyimpan curiga kepada semua orang baik itu? Apakah aku terlalu arogan untuk mengikuti langkah orang? Atau aku terlalu bodoh memilih diam saja disini sampai kumerasa yakin? Kenapa tidak kujajali saja satu diantara dua jalan itu, jika salahpun setidaknya aku pernah mencoba. Selalu saja kurenungkan mengapa aku bisa sampai disini? Mengapa aku tidak juga beranjak? Selalu saja sisi lain jiwaku mencari jawaban, pembelaan dan pembenaran atas segala Tanya itu. Harus kuseret langkah ini menapaki salah satu jalan itu, aku tidak boleh diam saja karena dipersimpangan jalan ini, Aku merasa setiap diamku, setiap tunduku, setiap pejam mataku adalah sebuah ketukan palu hakim menjatuhkan vonis untuk setiap salahku dahulu. Biarlah ku tapaki jalan yang entah akan berujung dimana ini dengan segala getir diiringi nyanyian sendu seorang bersalah dan akan kupastikan aku tegar menghadapi harga yang harus aku bayar dalam penembusan ini.

2 komentar:

Jati Wirachmat mengatakan...

Pagi yang amatLah menggigiL, tapi bukan suatu aLasan untuk tidak sekedar bertegur sapa dengan kawanku disini ..

Kerinduan terkadang amatLah menyesak daLam dan terasa panjang untuk diLewatkan begitu saja, apaLagi ketika waktu 'yang diceritakan' (saat angin berhembus di senja yang luruh) itu terasa semakin dekat saja .. Yah, baiklah .. Jika kaki langit megizinkan, mungkin harus kita gurat saja lembayungnya itu dengan sebuah do'a, "Semoga ia senantiasa bahagia bersamanya, dan terima kasih yang begitu putih untuk sebuah episode embun yang pernah hadir disebuah cerita yang masih terpenggaL tapi mampu menyejukkan jiwa yang kering ini..".

Begitulah, walaupun akhirnya memang tidak pernah ada kisah yang tak tergantikan ..

-----------------------

Jati Wirachmat mengatakan...

Oh ya bung .. saya jadi ingat dengan beberapa SMS bung hampir satu tahun yang lalu, di HP saya tentu saja sudah 'lenyap' seiring kehilangan HP Ramadhan tahun kemarin.. tapi untunglah sudah sempat di 'titipkan' di blog:
http://airbening21.blogspot.com/2008/06/merencah-kepekatan-beberapa-sms-dari.html

------------------