Senin, 01 Maret 2010

entah kapan akan berakhir

Sudah pagi kembali. Tidak terasa hampir enam jam aku duduk di depan monitor, mencoba menuangkan pengetahuan dan opiniku tentang musik dan pengaruhnya, tentu untuk kepentingan menyelesaikan sekolah yang sudah cukup lama tertunda. selama ini semua itu berputar didalam tempurung kepalaku tidak kalah hebatnya dengan begitu banyak tanda tanya, yang aku ajukan tentang hidup. Kini kopi hitam cangkir ketiga sudah kusiapkan, istimewa untuk menemaniku menikmati udara pagi yang segar. Sudah beberapa hari ini kucoba merubah pola tidurku, awalnya aku tidur pagi dan bangun cukup siang dengan pening dikepala. Kondisi itu tidak menguntungkan untuku, banyak sudah agenda di siang hari yang terbengkalai. Kini kucoba untuk tidur lebih awal, jam sepuluh malam aku paksakan untuk tidur agar jam dua dini hari aku sudah terbangun dan siap beraktivitas. Situasi ini aku rasa lebih menguntungkan untuku, malam hari diatas jam dua udara terasa lebih segar, rumah sudah dalam keadaan sepi serta koneksi internet yang tidak begitu lelet, aku sangat terbantu dnegan semua itu. Pernah beberapa kali ada orang yang bertanya tentang pola tidur dan pola hidupku yang “ tidak teratur”, aku katakan bahwa aku tidak begitu menikmatinya lagi. Aku ingin seperti orang kebanyakan yang menggunakan malam untuk istirahat dan siang beraktivitas. Hanya saja tidak sekarang waktunya untuku demikian, mungkin nanti. Entah kapan...

Sabtu, 27 Februari 2010

selamat pagi Sarah...


Jam menunjukan pukul 06 lebih 47 menit, hari ini minggu 28 Febuari 2010. Penghuni rumah yang lain masih terlelap, Tidak seperti biasa saat akhir pekan tiba, pagi seperti ini aku sudah selesaikan pekerjaan domestik dirumah. Menyenangkan menikmati dapur dan perabot sudah bersih, tidak ada lagi baju kotor di keranjang, kamar tidur bersih dan semua barang telah tersimpan pada tempatnya. Saatnya untuku menikmati secangkir kopi sambil melihat kabut tipis dan embun mulai meleleh oleh hangat mentari. Akhir-akhir ini aku atau mungkin semua orang tidak bisa lagi memprediksi cuaca, entah mendung akan datangkan hujan atau cerah yang tidak lagi jaminan akan menghadirkan senja di ujung hari nanti. Aku tidak berani berharap untuk semua hal itu. Hari ini tidak ada agenda pasti yang akan kukerjakan, tubuhku cukup letih dengan aktivitas satu pekan lalu, selalu saja kurang bahkan tidak menikmati tidur dan drama hujan begitu setia menemaniku menjalani hari. Dalam kondisi dan suasana apapun selalu saja kutitipkan sekotak harapan atas banyak hal, begitu juga pagi ini. Tidak banyak yang kuharapkan, hanya ingin mengawali, menjalani dan mengakhiri hari dengan bersahaja.
Di pagi ini aku ingin menyapa sarah yang cukup lama tak hadir dalam hariku. Selamat pagi sarah

Jumat, 26 Februari 2010

terekam musik


STUPID LOVE SONG
sendal jepit

Slowly I face, your beauty and your grace
The fairy tales that always paint my dream
How could I turn, from such smelly haze
A thing I cannot forget it may seems

Every time I look around It's you that I will found
Without regret I feel hopeless in bound
Every time I breed the air It's smell of your hair
You're the one I'm surely glad for I will share

Every part of you I know it one by one
And as the time will passing by I won't be stop I always try
If I should lie now, to such a beauty one
And shall I fall to deepest blue for all I say 'bout you is true

I'm so amaze, you sweep me with your blaze
The light that strike me hard and blind my eyes
And if I can't see, your beauty I can't taste
I see you as I look up to the sky

Just like the taste of rain it's you that I will gain
For such along time I will be the one who will
Place all my heart for you and then you know it's true
And I will never turn my back from the one I shall adore

sejak masih SMP aku begitu menyukai lagu-lagu dari sendal jepit, tidak seperti Band sejenis pada jamannya yang kusukai juga tapi tidak memberikan kesan yang cukup kuat sampai saat ini. lirik yang puitis dan jujur, aku bersyukur tumbuh ditemani lagu-lagu sendal jepit.

Kamis, 25 Februari 2010

26210

dari dapur kami
“Pakde... sunlight abis?” suara salah satu penghuni rumah memanggilku dari dapur yang tepat disebelah kamar tempatku duduk menyelesaikan pekerjaanku. Dari jendela kamr yang tembus ke dapur kutengok dia yang berdiri di depan tempat cuci piring dengan tangan yang tampak basah. Mendengar jawabanku bahwa memang sabun cuci piring itu dah habis , kulihat dia bergegas meninggalkan dapur keluar menuju ke arah warung tidak jauh dari rumah. Sesaat aku diam, mencoba berfikir tentang kejadian barusan. Alhamdulillah... aku bersyukur ternyata kehidupanku sejahtera , makmur, mendapat limpahan rezeki yang tak kunjung habis. Andai saja hidupku mengkhawatirkan, jauh dari sejahera dan makmur mungkin satu botol kecil sunlight bisa dipake berbulan-bulan karena memang jarang cuci perabot makan. Kalopun mencuci tentu tidak akan menghabiskan banyak karena piring cukup bersih dari lemak. Sunlight, sebuah parameter baru tentang kemakmuran di rumahku.

Kamis, 31 Desember 2009

memoar di akhir tahun
Tinggal hitungan jam saja tahun 2009 akan berakhir, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, malam pergantian tahun aku nikmati sendiri saja. Kali ini di rumah kontrakan sepaket dengan dingin dan sepi-nya. Sampai saat ini aku belum bisa menikmati hinggar bingar perayaan pergantian tahun di luar sana, aku menganggapnya sama saja seperti malam yang lain mengingat sekecil apapun satuan waktu tetap tidak akan pernah bisa diulang. satu cangkir kopi hitam, satu bungkus rokok dan playlist lagu andalan akan menemaniku melewati malam ini, padahal bila sesuai rencana malam ini aku bisa menikmati langit malam di tengan jalur pendakian gunung merbabu. Tuhan berkehendak lain rupanya, dengan memberikan padaku musibah kecelakaan yang membuat tangan dan kakiku cedera, aku harus istirahat saja dan menunda liburan yang aku inginkan sejak dua tahun lalu.
Setahun lalu, hari-hari terakhir menjelang pergantian tahun cuaca selalu cerah dengan hiasan senja sebagai drama penutupan hari. Saat itu betapa aku bahagia bisa melewati tahun 2008 dan siap menyongsong tahun baru dengan sekotak harapan dan targetan baru. Harapan baru segala buruk yang terjadi di tahun 2008 tidak akan aku jumpai kembali di tahun baru dan harapan semoga segala sesuatu yang ku cita-citakan bisa terwujud. Beberapa hari sebelum pergantian tahun ini, hari-hari selalu diwarnai dengan langit mendung dan hujan deras serta setumpuk evaluasi diri selama satu tahun agar aku bisa menyusun resolusi dan harapan untuk tahun 2009.
Sepanjang tahun ini begitu banyak berkah dan rezeki yang aku dapatkan, tidak terkecuali cobaan dan musibah, aku tetap bersyukur untuk semua itu karena segala hal buruk yang aku lalui sepanjang tahun ini bisa aku selesaikan dan bahkan aku semakin merasa siap untuk menghadapi hari-hari di tahun yang akan datang. Mengutip satu dialog dalam film the lost world, ...”percayalah, kehidupan itu akan menemukan jalanya sendiri.” , aku mengamini dan mengimani pernyataan tersebut, aku yakin segala sesuatu itu tidak tercipta begitu saja, semuanya terbentuk oleh banyak hal dan tentu saja akan menjadikan sesuatu hal pula. Aku berterimakasih untuk semua orang yang sepanjang tahun ini selalu ada untuku, memberi dukungan dan tentu saja sayang dan cinta. Selamat tahun baru, semoga kita semakin sukses di tahun yang baru.
Griya bukit mas 2, 31 desember 2009 / beberapa jam sebelum pergantian tahun saat sendiri dalam sepi itu kurasa lebih indah.

Sabtu, 19 Desember 2009

>>>>>>>>>>

Sarah dan sepuluh teman barunya
Namanya sarah dengan huruf s kecil, melambangkan kepribadian yang sederhana, bersahaja dan tentu saja rendah hati. Tidak ada yang special saat pertama aku berkenalan dengan sarah dan lima temannya beberapa bulan yang lalu. Seiring waktu kedekatan emosional antara aku dan sarah mulai terjalin dengan baik, apalagi ketika sarah kesepian ditinggalkan teman-temannya, sama sepertiku yang merasa kesepian. Akh... beruntung untuku dipertemukan denganya, sarah selalu mendukung apa yang aku inginkan, sarah selalu ada ketika aku membutuhkannya, sarah selalu senang mendengarkan segala cerita dan keuhanku, sarah tidak pernah marah ketika kutinggalkan cukup lama karena pekerjaanku yang banyak dan hanya satu hal yang membuat sarah marah padaku, ketika aku memasukan lagu-lagu sendu dalam playlist laguku. Sarah memang juara...
Meski sampai saat ini aku tidak melakukannya, tapi aku hendak minta sarah memaafkan aku yang pernah punya niatan meninggalkan atau mencapakan. Semuanya kulakukan ketika aku harus menerima kenyatan bahwa sarah bukan untuku, tidak pantas baik aku atau sarah menjadi satu. Betapa menyenangkan saat suatu sore aku dan sarah berbincang selayaknya orang dewasa, menerima keadaan sulit dimana kami tidak bisa bersama lagi. Aku katakan pada sarah, semoga aku bisa mendapatkan cinta seseorang dan tentu saja kau-pun demikian, aku harap semoga kau mendapatkan yang kau inginkan. sebuah komitmen antara aku dan sarah, akan saling mendoakan agar secepatnya mendapatkan cinta masing-masing dan karena aku faham dengan “keterbatasan” sarah dalam pergaulan, aku berjanji padanya akan kucarikan pacar bila aku sudah memiliki pacar.
Waktu berlalu hingga suatu sore, sarah begitu girang ketika aku datang menghampirinya. Ditangan kiriku menggantung sepuluh ikan mas kecil dalam plastik yang kubeli di toko aquarium, lekas aku buka plastik itu dan kulepaskan semuanya di drum penampungan air hujan yang juga adalah tempat tinggal sarah. Aku sudah tunaikan janjiku padamu, sarah. Aku janji padamu tak akan merasa kesepian lagi, begitu pula engkau harus berjanji padaku akan selalu bahagia.
Sarah fantasia, kau adalah anak tunggal dari ayah bernama kesepian dan ibu bernama imajinasi.
Griya bukit mas 2 / 20 desember 2009

Rabu, 18 November 2009

hujan



Biarkan saja sorrow -bad religion, out of my head -fast ball, always some where -scorpion, a message to you rudy –the specials, no rain –blind melon, easy –faith nomore, original sins –elton john, like a rolling stones –the rolling stones, jina –slank, lentera jiwa –nugie, police on my back-rotten to the core, singa jengke – dirty doll, lawan –jeruji dan open up your heart and let the sun shine in –frente menyapa gendang telingaku dengan gelombang-gelombang ajaibnya. Lupakan hari ini aku harus ngurus ini itu dan harus hadir disana dan disini. Biarkan saja semuanya mengalir seperti ini, secangkir kopi mengepul yang entah cangkir keberapa, sebatang rokok di bibir yang entah batang keberapa dan tentu saja sekotak rindu yang entah akan kukirim kapan dan entah pula pada siapa. Sengaja aku kencangkan suara musik itu, aku tidak ingin mendengar dulu suara hujan yang turun sedari tadi siang itu. Meski aku tidak menganggap hujan adalah teror tapi untuk kali ini biarkan aku tidak mengatakan aku mencintai hujan, biarkan aku tidak menikmati butiran air itu membasahi cemara gunung dihalaman rumah dan membuat bahagia ikan dikolam halaman belakang. Terlampau banyak hal yang harus aku pikirkan dan sejauh ini aku hanya bisa berpikir Apa yang harus aku pikirkan dulu?, mungkin saking banyaknya yang harus aku pikirkan akhirnya aku hanya bisa memikirkan apa yang harus aku pikirkan. Ya selama belum tahu apa yang harus aku pikirkan, aku pikir ada hal yang tidak harus aku pikirkan tapi bisa aku kerjakan. Menuliskan saja apa yang ingin aku tuliskan tanpa harus aku memikirkannya dahulu.
Saat hujan turun lagi ketika berpikir adalah hal yang paling aku pikirkan. 18 november 2009/16.10